/Penjelasan Fotografi How to Capture Moments dalam Kegiatan Seminar

Penjelasan Fotografi How to Capture Moments dalam Kegiatan Seminar




Para pembaca. Kali ini penulis ingin berbagai pengalaman tentang menjadi fotografi dalam kegiatan seminar di kampus tentang bagaimana caranya. Sebenarnya secara konsep ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang fotografi dalam mendokumentasikan sebuah kegiatan seminar. Ada konsep mendasar yang harus dipahami oleh fotografi dalam mengambil gambar. Memang pekerjaan ini memang terlihat mudah bagi yang sudah biasa melakukan itu. Lantas apa saja konsep mendasar itu.

  • Fotografer harus memahami tentang 5 W + 1 H

Barangkali konsep 5 W + 1 H adalah hal pertama yang harus ada dalam benak pikiran seorang fotografi. Pekerjaan fotografi ini harus disadari bahwa kita bercerita melalui foto. Inilah tujuan mendasar tentang foto bahwa itu tidak hanya sekedar foto saja, tetapi jauh memiliki makna. Seorang fotografer harus memiliki setidaknya pertanyaan dan jawaban di kepalanya bahwa momen apa yang diperlukan dalam dokumentasi ini. Siapa pertama harus saya foto, yang kedua, ketiga, dan selanjutnya. Ini trik mendasar untuk mengembangkan diri dan bereksperimen dengan kemampuan anda. Jika tidak memiliki logika 5 W + 1 H ini seorang fotografer akan kesulitan dalam memfoto keadaan dan suasana yang ada. Malah yang terjadi nantinya hanya foto sesuai keinginan si fotografer saja. Padahal dalam sebuah kegiatan dalam hal ini SEMINAR, foto merupakan bukti dan cerita yang lebih nyata dibandingkan dengan penjelasan berita atas laporan para wartawan yang meliputnya. Jadi intinya logika dalam menentukan jepretan terbaik adalah kemampuan menerapkan konsep 5 W + 1H bagi seorang fotografer.

  • Fotografer harus mampu memetakan keadaan dan tempat untuk take picture

Mungkin bagi pemula dalam profesi fotografer ini ketika dibawa ke lapangan atau ruangan seminar akanmengalami kesulitan, timbuh pertanyaan saya harus mulai dari mana dan tempat saya berpijak untuk memfoto dimana. Bagi pemula hal ini sangat sulit untuk memahaminya, karena ini menentukan tingkat profesional seorang fotografer. Menghindari dilema dalam memahami suasana seminar maka fotografer harus mampu memetakan tempat berpijaknya nantinya dimana saja. Pandang seluruh ruangan dan para undangan, perhatikan posisinya dimana, silahkan prediksi keadaan acara seperti apa nantinya.

Syukur memang jika seorang fotografer juga diinformasikan oleh panitia susunan acara seminar tersebut, sehingga ia bisa melihat dengan jelas rentetan acara demi acara. Jika berbicara tentang seminar, maka penulis menyarankan ada beberapa format tempat yang harus dilihat, Pertama Panggung atau Pentas yang telah tersedia, tempat para pejabat setempat duduk dalam acara seminar, tempat duduk tamu undangan, serta podium atau meja (biasanya) yang ada dipodium. Tipsnya memang ketika anda melihat itu, jangan lupu coba ukur dalam hati sesuaikan dengan kualitas kamera akan berdiri secara sopan di posisi ini, Ini memang harus dilihat dengan seksama.

  • Fotografer harus sensitif dengan perubahan schedule atau susunan acara

Selayaknya fotografer harus mampu meminta jika memang bisa, sususnan acara kepada pihak panitia, terutama jika sebuah seminar itu fotografer tersebut adalah bekerjasama atau dalam kerja panitia sebagai seksi dokumentasi di kepanitiaan. Hal ini harus dipahami bahwa setiap susunan acara lebih mudah bagi photografer untuk memilih dan menempatkan diri untuk take picture.

Perubahan pada acara seminar biasanya terjadi pada moment pembukaan. Jangan panik ini hal yang biasa terjadi, yang harus diperhatikan adalah dimana fotografer berdiri dan menuggu momen yang tepat untuk take. Memang terkadang yang cukup mengesalkan adalah bahwa tidak ada ekpresi yang cocok untuk layak publish dari tampilan orang yang digambar tersebut. Contoh misalnya ada seseorang yang harus difoto dalam memberikan sambuatan pembukaan seminar, tetapi ekpresi wajahnya selalu muncul yang tidak enak dilihat, inilah repotnya tidak mungkin kita instruksikan harus sesuai ekspektasi kita dalam take gambar. Tetapi ini menuntut kita bahwa bidikan ini menunggu momen yang tepat, contoh kita ingin dia senyum ringan maka tunggu, kemudian jepret.

  • Fotografer harus tanggap dengan siapa yang akan diceritakan berdasarkan gambar

Ada hal yang perlu dipahami seorang fotografer dalam memilih moment mana yang harus diabadikan. Jika melihat hal ini, maka pertanyaannya dengan siapa dia bekerja, jika fotografer bekerja dengan panitia, artinya panitia yang menjadi patnernya maka, foto tersebut harus sesuai dengan kesepakatan panitia. Jika memang anda sebagai fotografernya. Penulis ingin bahwa mengatakan begini:

“Fotografer itu menjepret suatu momen adalah atas kreativitasnya dalam memenuhi tuntutan kerjanya. Kerja sesuai dengan tuntutan dari mitra kerjanya dalama pelaksanaan kegiatan, sebut saja panitia, jika memang demikian biasanya ia akan diminta untuk capture moment dari awal kegiatan hingga akhir kegiatan”

Jika memang fotografer itu adalah mengikuti atau berprofesi sebagai humas dari suatu pejabat yang diundang dalam seminar maka layaknya ia harus menjepret sesuai dengan kebutuhan pimpinannya akan publikasi. Jadi biasaya jika memang hanya menghadiri dan tidak ada ikatan kerja dengan panitia, selayaknya ia (fotografer) tersebut fokus pada pimpinan yang ia dampingan dalam menjepret moment yang berkaitan dengan pimpinannya. Tidak seperti yang ada pada fotografer kepanitiaan yang harus siap jepret dari awal hingga akhir kegiatan.


Baca Juga Postingan Terkait:


Demikianlah tulisan kali ini semoga bermanfaat dan bagi yang ingin memberikan masukan tentunya silahkan dimasukkan dalam komentar dibawah .

Bagikan Artikel ini