Alexandra Pane

Saturday, March 13, 2021

 


Ngeblok itulah yang menjadi satu tren setting di awal-awal dari perkembangan internet di Indonesia. Ngeblok menjadi hal yang sangat digandrungi anak-anak mahasiswa pada waktu itu, namun akhir-akhir ini berubah menjadi youtuber. YouTube adalah aplikasi yang sangat populer di zaman sekarang.

Melihat kembali perkembangan zaman yang demikian begitu pesat dengan perkembangan teknologi yang didukung dengan perkembangan teknologi di Indonesia yang hampir kalau dihitung-hitung 5 tahun atau 10 tahun kebelakang itu sudah berkembang lebih dari seribu persen. Inilah yang menjadikan bahwa YouTube menjadi aplikasi streaming terkini menjadi pilihan bagi perusahaan korporasi maupun UMKM di tingkat menengah bakang Bagi kalangan artis.

Ketika semua industri penyiaran dibarengi dengan berbagai aturan pemerintah yang sangat ketat dalam pengurusan ininya mah ga banyak konten kreator yang tidak bergelut lagi di bidang a dunia yang demikian tetapi mereka lebih cenderung menjadi perubahan ini pun terus terjadi sehingga orang-orang bahkan juga berpengaruh pada periklanan media di media TV misalnya atau media yang lain yang sifatnya periklanan yang masih ditayangkan di stasiun televisi atau radio itu banyak yang ditinggalkan penyakit 3 orang sekarang ingin memasangkan iklan mengatakan produknya lebih cenderung menggunakan YouTube atau mungkin dia menggunakan Facebook untuk menambah popularitas dalam mengenalkan produknya kepada kepada masyarakat.

Dalam tulisan kali ini yang ingin disampaikan oleh penulis adalah pentingnya Kita menyediakan berbagai media yang cocok untuk digunakan sebagai fasilitas dalam dunia pendidikan seperti halnya menggunakan YouTube dalam dunia pendidikan. Pertanyaan yang sering muncul dalam benak kita masing-masing tentunya ketika kita berbicara tentang YouTube Apakah kita harus menjadi youtuber terutama bagi para guru atau bagi para dosen Apakah kita harus menjadi dosen youtuber atau guru youtuber bagi murid-muridnya Karena pada dasarnya ini memiliki potensi yang besar untuk berhasil dalam dunia yang tadinya tuh kan salah satu contoh misalnya ketika seorang dosen mengajar mengajarkan sesuatu di dunia masa sekarang di mana pengajaran dilakukan secara daring tentunya si guru akan mampu berkomunikasi dengan simori daring melalui daring dalam komunikasi daring ini Tentunya ada banyak media yang digunakan Salah satunya misalnya YouTube dosen dosen bisa saja membuat materi-materi tersebut dengan multimedia atau dengan ceramah atau dengan metode lain yang direkam melalui kamera dan kemudian diupload ke Youtube sebagai materi dalam perkuliahan secara daring ini adalah salah satu contohnya maka dalam hal ini si dosen sudah tentu barang tentu akan menjadi seorang youtuber dan si murid akan menjadi penonton dari konten-konten apa yang telah dibuat oleh dosen tersebut.

Peluang si dosen selain membuat konten tentunya bisa juga meminta untuk di-subscribe kepada seluruh siswanya Bayangkan saja jika si dosen itu mengajar di 6 lokal dalam satu lokal ada 35-40 katakan saja 35/30 siswa dalam satu lokal tentunya kalau kita kali kali kan dikali 5 saja 30 * 5 sudah berjumlah 150 subscriber Jika setiap murid diwajibkan oleh si dosen itu men-subscribe channel YouTube Si dosen tersebut dengan dalih untuk mendapat notifikasi langsung materi yang langsung dari channel YouTube Si dosen tersebut.

Pertanyaannya Apakah kasus seperti ini menyalahi dalam undang-undang pendidikan Apakah si dosen juga tidak punya perasaan dan harus landscape dan menonton semua videonya Apakah ini disebut juga dengan pemanfaatan agar nantinya misalnya di setiap semester si dosen dapat subscriber yang banyak atau mungkin setiap mahasiswa diwajibkan untuk subscribe-nya dengan berbagai channel saya nggak pas mencapai apa yang diterbitkan oleh YouTube.

Inilah mungkin pertanyaan-pertanyaan yang penulis lakukan sebagai dosen dosen atau guru guru yang sudah menjadi youtuber wahai para guru janganlah engkau demikian janganlah engkau membuat suatu aturan juga para dosen kalau setiap mahasiswa itu adalah merupakan kewajiban untuk subscribe dari biarkan saja mereka memilih biarkan saja mereka untuk melihat apakah itu cocok untuk mereka dan mungkin menurut penulis boleh-boleh saja si dosen mempromosikan channel Nya kepada mahasiswa tetapi bukan berarti mahasiswa ditekan jika tidak subscribe dan menonton channel youtube-nya serta tidak like share dan komen maka akan diberikan sanksi terhadap nilai yang ada terhadap penilaian juga terhadap mahasiswa tersebut inilah yang tidak benar kalau sempat terjadi sanksi maka ini adalah suatu perbuatan yang sebenarnya menodai atau tidak layak lah dilakukan oleh seorang dosen hanya dengan nafsunya untuk menjadi itu Berapa penghasilan dari YouTube tapi dikasih dosen hanya menyarankan agar menonton channel youtube-nya agar si mahasiswa tersebut memahami secara langsung atau menjadi bahan atau barangkali menjadi sarana untuk memahamkan kepada siswa tanpa memaksa untuk subscribe inilah yang benar menurut hemat penulis.

Sela kayaknya semua media yang ada semua jenis teknologi yang ada harus dijadikan dosen menjadi suatu alat untuk mencapai tujuan dari pendidikan itu. Jangan lupa tujuan Mulia anda sebagai pendidik adalah yang terutama boleh-boleh saja sih sebenarnya membuat channel YouTube untuk pendidikan tapi jangan sampai channel YouTube itu menjadi patokan dan ukuran bagi siswa maupun mahasiswa anda.



0 Comment