Alexandra Pane

Sunday, November 8, 2020

Dalam sebuah seminar ilmiah yang dilaksanakan oleh Perpustakaan IAIN Padangsidimpuan dengan narasumbernya adalah Muhammad Azwar, S.Pd.I, M.Hum yang mana beliau merupakan Kepala Urusan Perpustakaan di UIN Syarif Hidayatutullah Jakarta. Menyebutkan sebuah istilah yang cukup menarik yakni "buku babon". Dalam benak penulis bahwa apa ini buku babon? Nah ternyata setelah melihat kamus bahasa Indonesia buku babon adalah 

babon /ba·bon /n 1 induk ayam; 2 induk; 3 Filol naskah asli; naskah sumber; -- angrem Ark motif kain batik yang bergambar dua ekor ayam betina yang sedang mengerami telurnya

Istilah ini memang biasa disebut dalam penulisan skripsi, karya ilmiah dan tesis serta disertasi. Setiap tulisan yang ilmiah ternyata harus memiliki buku induk atau rujukan pokok dalam karya ilmiah. Rujukan inilah yang menjadikan tulisan ilmiah tersebut menjadi berkualitas dan layak dijadikan sebagai karya ilmiah. 

Buku babon atau buku induk yang dijadikan referensi ini banyak macamnya. Namun tidak hanya terbatas pada buku saja yang bisa dijadikan rujukan. Berikut ini daftar dokumen referensi yang dapat digunakan dalam penulisan karya ilmiah.

1. Buku

Buku merupakan hal yang paling populer sebagai rujukan karya ilmiah. Sesuai dengan perkembangan teknologi buku zaman sekarang ada dua jenis yaitu e-book dan buku biasa atau buku cetak. Ini tentunya adalah sumber yang paling baik dalam menulis karya ilmiah.

2. Book chapter atau Book Section: 

Terkadang kita menemukan hanya potongan buku yang kita jumpai atau suatu website atau platform web menyediakan ini sebagai suatu rujukan. Ini bisa digunakan sebagai rujukan dalam menulis karya ilmiah.

3. Artikel Jurnal

Banyak dosen yang menulis artikel setiap semesternya, setiap perguruan tinggi, lembaga, atau instansi memiliki publikasi jurnal. Untuk melihat berbagai karya ilmiah ini dapat diakses melalui web publikasi instansi yang bersangkutan. Ada juga yang mengindeks jurnal-jurnal tersebut seperti Moraref Kemenag, Garuda Ristek Dikti, serta berbagai pengindex jurnal tersebut. 

4. Artikel Prosiding

Artikel ini merupakan makalah yang telah diseminarkan oleh berbagai ahli yang menjadi peserta dalam kegiatan tersebut. Prosiding adalah kumpulan paper akademis hasil publikasi dari seminar akademis atau konferensi. Prosiding berisi hasil-hasil pemikiran para peneliti yang sudah diseminarkan dan telah dipublikasikan baik tingkat nasional maupun internasional.

5. Artikel Surat Kabar

Artikel surat kabar ini disebut berita, opini, feautre, atau lebih defenitifnya adalah karangan faktual yang dipublikasikan melalui koran atau media online yang memiliki perusahaan media massa. Surat kabar jika dijadikan sebagai referensi karya ilmiah harusnya adalah surat kabar dari media massa yang terpercaya dan dibawah naungan dewan pers. Sejalan dengan perkembangan teknologi surat kabar masa kini sudah menuju media online meskipun tidak bisa lepas dari media offline sepert koran. Selayaknya penggunaan surat kabar sebagai referensi ilmiah adalah sebagai pendamping dan penguat dari pernyataan atau gagasan penulis dalam media tersebut.

6. Artikel Majalah

Sama halnya dengan surat kabar, majalah memiliki berbagai jenis dan pokok bahasannya. Artikel dalam majalah ada sifatnya untuk hiburan, informasi umum, iklan, endoorse atau iklan, dan juga ada yang sifatnya ilmiah. Bagi yang ingin menggunakannya sebagai rujukan, majalah tersebut harus sudah tervalidasi, seperti memiliki ISBN atau ISSN. Tulisan dalam majalah ini harus kita cermati apakah sifatnya populer atau ilmiah serta dengan melihat kapasitas penulis dari artikel pada majalah tersebut.

7. Thesis (Skripsi, Tesis, Disertasi)

Selayaknya memang skirpsi, tesis dan disertasi ini adalah golongan karya ilmiah yang sudah valid. Hal ini karena berasal dari penelitian yang dilakukan seorang mahasiswa sebagai syarat mencapai gelar sarjana. Jadi biasanya fakta dalam penelitian ini adalah sebagai rujukan dalam pengembangan keilmuan. Biasaya orang yang ingin meneliti akan mencari para peneliti lain apakah ada kesamaan atau perbedaan dengan penelitian sebelumnya. Ya tentunya ia akan mencari rujukan dari skripsi, tesis atau disertasi. Hal ini agar penelitian tersebut tidak dianggap sebagai plagiasi.

8. Paten

Menurut wikipedia, paten ini adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negara kepada seorang penemu atas hasil penemuannya itu di bidang teknologi. Akhir-akhir ini hak paten ini tidak hanya dari bidang teknologi saja tetapi sudah merambah ke berbagai bidang yang sifatnya teknis. Dengan adanya paten ini maka penemu dapat melakukan invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain yang dapat digunakan dalam berbagai pelaksanaannya. Paten adalah bentuk perlindungan Hak Kekayaan Intelektual bagi karya intelektual yang bersifat teknologi, atau dikenal juga dengan istilah invensi, dan mengandung pemecahan/solusi teknis terhadap masalah yang terdapat pada teknologi yang telah ada sebelumnya. Nah untuk menjadikan ini sebagai sumber referensi dalam karya ilmiah tentunya sangat baik karena sudah diakui oleh negara.

9. Undang-Undang

Peraturan berasal dari pemerintah, dewan perwakilan rakyat yang sudah tertulis dan disahkan. Undang-undang ini tidak hanya mencakup pada tatanan undang-undang saja, tetapi juga pada peraturan pemerintah, peraturan presiden, peraturan daerah, surat keputusan dari pemerintah, dan berbagai aturan yang sifatnya formal. Ini bisa dijadikan sebagai refrensi baik sebagai sumber utama, maupun sebagai sumber pendukung.   

10. Entri Kamus

Kamus ini tentunya menjadi rujukan paling populer dalam memecahkan masalah etimologi suatu istilah dalam penelitian. Melalui kamus tentunya seorang penulis harus mampu memberikan pemahaman bagi pembacanya tentang istilah yang digunakan dalam tulisannya. Sama halnya dengan artikel yang sifatnya ilmiah tentu penggunaan kamus ini adalah langkah awal dalam memaparkan gagasan dan ide dalam tulisannya.

11. Website

Website ini adalah sebagai media online berbasis teks, audio, video atau lebih dikenal dengan multimedia. Banyak yang harus perhatikan dalam menggunakan website sebagai rujukan. Dimana kita harus memperhatikan domain yang digunakan dalam website. Banyak website yang bertebaran, langkah pertama yang harus dilihat adalah domain website. Kedua, penulis dalam website tersebut. Ketiga, konten yang ditulis apakah artikel yang bersifat ilmiah, atau tidak. Keempat, rujukan dalam tulisan website, serta yang Kelima,  kita juga harus memperhatikan orentasi atau generalisasi website bertujuan untuk apa. Hal ini bisa dilihat dari layout website tersebut serta sitemap dari website tersebut.

12. Blog Post

Blog post ini adalah website pribadi seseorang dalam melaksanakan personal branding. Seperti halnya dosen, peneliti, freelancer, dan juga berbagai profesi lainnya. Hal pertama yang harus diperhatikan dalam menjadikan referensi dari konten yang dipublikasikan pada blog post adalah domain websitenya. Selayaknya domain ini menjadi ikonik penting dalam branding. Seperti halnya blog para dosen di beberapa universitas telah merujuk pada subdomain kampus dengan kategrori dosen atau lecture. Selanjutnya adalah penulis dari blog post ini siapa?...Kapasitas penulis dari blog post ini sangat penting. Seperti contoh misalnya blog dosen Dr. Anhar, MA, dari salah satu blog post dosen di IAIN Padangsidimpuan dengan alamat domain https://anhar.dosen.iain-padangsidimpuan.ac.id/. Blog post ini banyak memuat hasil buah pikir dari bapak Anhar sebagai salah satu tenaga pendidik di IAIN Padangsidimpuan. Jadi layaklah dijadikan sebagai rujukan para mahasiswa. Tapi menurut hemat penulis sebaiknya rujukan ini harus dikuatkan lagi dengan buku atau jurnal ilmiah yang terpublikasi.

13. Manuskrip

Manuskrip adalah sebuah tulisan tangan yang telah ditulis oleh orang-orang terdahulu yang masih ada sampai saat ini. Tulisan ini bisa dalam bentuk bahasa kuno, bahasa yang sulit untuk dipahami, serta bahasa yang tidak lazim di masa kini, karena lazim di masa dulu. Jika dilihat secara bahasa manuskrip terdiri dari dua kata yaitu manu dan skrip yang jika diterjemakan yaitu tulisan tangan. Kita bisa menjumpai manuskrip diberbagai museum atau mungkin di perpustakaan.

Inilah mungkin 13 dokumen yang dijadikan referensi dalam menulis karya ilmiah. Mungkin para pembaca ada yang menemukan selain dari ke-13 dokumen ini silahkan tuliskan dikolom komentar dan jangan lupa untuk klik tombol Ikuti untuk berlangganan artikel.

 

4 Comment - Fakta tentang istilah Buku Babon dan 13 Dokumen yang bisa Dijadikan Referensi Karya Ilmiah

  1. wah menarik sekali ini, terima kasih mas atas reviewnya..sangat bermanfaat buat adik-adik mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas...semoga bermanfaat untuk teman2 mahasiswa...salam blogger Padangsidimpuan mas

      Delete
  2. Wuih, mantap banget jadi lebih paham tentang jenis-jenis dokumen referensi. Terima kasih penulis yang keren dan narasumber yang juga hebat 👏

    ReplyDelete
  3. Wah keren banget isinya bermanfaat. Terimakasih penulis :)

    ReplyDelete